Sejarah dan Filsafat Olahraga



MAKALAH SEJARAH DAN FILSAFAT OLAHRAGA
SEJARAH DAN FISAFAT OLAHRAGA BOLA VOLI

Disusun Oleh :
Riyana Widya Astuti  (17601241029)
Dosen Pengampu :
Prof. Dr. Sumaryanto M.Kes





PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI
FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2017/2018







KATA PENGANTAR
          Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah Sejarah dan Filsafat Olahraga yang berjudul” Sejarah dan Filsafat Olahraga Permainan Bola Voli “.
            Makalah ilmiah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
            Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.
            Akhir kata kami berharap semoga makalah ilmiah tentang limbah dan manfaatnya untuk masyarakan ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.
   

                                    yogyakarta, 13 Mei 2018   
                                                                           
                           
                                                                                    Penyusun



















DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR:........................................................................................................ 2
DAFTAR ISI :.................................................................................................................... 3
BAB I PENDAHULUAN :................................................................................................. 4
A.     Latar Belakang :..................................................................................................... 4
B.     Rumusan Masalah:................................................................................................. 5
C.     Tujuan:................................................................................................................... 5
D.     Manfaat:................................................................................................................. 5
BAB II PEMBAHASAN :................................................................................................... 6
A.     Sejarah Olahraga:................................................................................................... 6
B.     Sejarah Olahraga Bola voli:.................................................................................... 9
C.     Filsafat :............................................................................................................... 10
D.     Filsafat Olahraga:................................................................................................. 13
E.      Filosofi Bola voli:................................................................................................. 14
BAB III PENUTUP:.......................................................................................................... 15
A.     Kesimpulan:......................................................................................................... 17
B.     Daftar Pustaka :.................................................................................................... 18















BAB I
 PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
      Menjelaskan mengenai pentingnya nilai sportivitas dalam Filsafat Olahraga. Sejarah membuktikan, olahraga sanggup memelihara suasana persahabatan dalam hitungan abad. Ketika dunia politik masih belajar demokrasi, olahraga sudah lumayan demokratis dan egaliter. Tatkala manajemen memerlukan berbagai regulasi dan etika tertulis, olahraga lanaer-lancar saja hanya dengan kesepakatan dan kelaziman. Begitu pula persaingan bebas dan kompetisi yang seimbang dan fair. Undang-undang RI No. 3 (2005) Olahraga nasioanal bertujuan “ memelihara dan meningkatkan kesehatan dan kebugaran, prestasi, kualitas manusia, menanamkan nilai moral dan akhlak mulia, sportifitas, disiplin, mempererat dan membina persatuan dan kesatuan bangsa, memperkukuh ketahanan nasional, serta mengangkat harkat, martabat dan kehormatan bangsa.
      Hampir semua agama menganjurkan kepada umatnya untuk memiliki jasmani yang kuat,dan salah satu caranya adalah dengan berolahraga, Tujuan olahraga sebenarnya adalah perhatian terhadap jasad dengan melatih otot, menguatakan jantung dan membuat badan memiliki kemampuan tahan banting. Seperti yang kita ketahui bermacam-macam olahraga yang kita kenal di Indonesia. Kita mengenal dua jenis olahraga kejam yaitu Tinju dan Gulat, Sedangkan tujuan olahraga ini adalah melemahkan lawan dan mengalahkannya walaupun dengan menghancurkan sebagian jasad lawan.
      Hampir semua cabang olahraga memiliki resiko cedera yang tinggi, namun olahraga yang langsung kontak dengan tubuh atau menjadikan anggota tubuh sebagai sasaran untuk meraih kemenangan merupakan olahraga yang menyerempet pada cacat seumur hidup bahkan kematian. Begitu pula dengan konflik yang sering terjadi di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
      Indonesia adalah suatu Negara yang banyak mempunyai beraneka ragam suku, etnis, ras dan agama. Banyak sekali kekayaan alam yang tersebardi Sabang sampai Merauke. Tidak hanya kaya akan alam tetapi Indonesia juga kaya akan budayanya berupa suku, etnis, ras, dan berbagai agama (SERA) yang berbeda – beda dan setiap daerah mempunyai budaya masing-masing. Suku-suku di daerah pedalaman Indonesia masih kental akan warisan nenek moyang mereka, yang dijaga dan dilestarikan secara turun temurun dari jaman dulu sampai saat ini. Semua keragaman yang ada di Indonesia tercipta dari kehidupan sehari-hari yang dijalani oleh masyarakat, sehingga muncul berbagai variasi baru dalam bentuk budaya, baik hasil dari penciptaaan budaya baru maupun dari kebiasaan masyarakat. Ada nilai positif dan negatif dari keanekaragaman yang ada di Indonesia. Sisi positifnya adalah Indonesia akan penuh dengan keragaman budaya, karena tidak semua Negara mempunyai keanekarageman seperti yang ada di Indonesia.Sisi negatifnya adalah rawan terjadi konflik di kalangan masyarakat. Hal ini perlu perhatian serius dari semua kalangan karena jika tidak dipandang secara serius, akan terjadi konflik yang berujung pada tindak kekerasan sampai pembunuhan. Jika terjadi konflik di kalangan masyarakat secara terus menerus, tentunya akan menurunkan citra Indonesia di mata internasional serta mengancam ketahanan nasional.Bukan hanya ketahanan yang akan terancam tetapi persatuan dan kesatuan antar masyarakat di Indonesia juga akan terpecah sehingga mengakibatkan banyak Negara yang akan memanfaatkan keadaan tersebut. Konflik yang terjadi di Papua harus segera di selesaikan dan dipastikan tidak adaq perbedaan yang akan menimbulkan suatu konflik. Oleh karena itu, pemahaman tentang “ sportivitas” dalam hal ini tentang Bhinneka Tunggal Ika yakni, pentingya kesatuan dan kebersamaan dalam masyarakat masih harus di tanamkan kepada setiap warganegara Indonesia khususnya di Papua, agar tidak terjadi perpecahan dan konflik yang berkepanjangan sehingga memakan banyak korban jiwa. Dan ini menjadi tanggung jawab kita semua sebagai warga Negara Indonesia bukan hanya pemerintah saja. Oleh karena itu, penulis ingin membahas tentang pengaruh olahraga permainan bola voli  yang ditekuni seorang dengan sifat yang dimiliki.
B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimanakah sejarah olahrga?
2.      Bagaimankah sejarah bola voli
3.      Apakah arti filsafat?
4.      Apakah arti filsafat olahraga?
5.      Apakah arti filosofi olahraga bola voli?
C.     Tujuan
1.      Mengetahui sejarah olahraga.
2.      Mengetahui sejarah bola voli
3.      Mengetahui arti filsafat secara baik.
4.      Mengetahui arti filsafat olahraga.
5.      Mengetahui filosofi olahraga bola voli.
D.     Manfaat
      Memberikan informasi kepada pembaca tentang sejarah olahraga,sejarah olahraga bola voli, filsafat, filsafat olahraga, filosofi bola voli.

















BAB II
PEMBAHASAN
A.     Sejarah Olahraga
      Banyak penemuan modern di Perancis, Afrika dan Australia pada lukisan gua (lihat seperti Lascaux) dari jaman prasejarah yang memberikan bukti kebiasaan upacara ritual. Beberapa dari bukti ini berasal dari 30.000 tahun yang lampau, berdasarkan perhitungan penanggalan karbon. Lukisan/Gambar-gambar jaman batu ditemukan di padang pasir Libya menampilkan beberapa aktivitas, renang dan memanah. Seni lukis itu sendiri adalah merupakan bukti pada ketertarikan pada keahlian yang tidak ada hubungannya dengankemampuan untuk bertahan hidup, dan adalah bukti bahwa ada waktu luang untuk dinikmati. Ini juga membuktikanaktivitas non-fungsi lain seperti ritual dan sebagainya. Jadi, meskipun sedikit bukti yang secara langsung mengenai olahraga dari sumber-sumber ini, cukup beralasan untuk menyimpulkan bahwa ada beberapa aktivitas pada waktuitu yang berkenaan dengan olahraga. Kapten Cook, saat ia pertama kali datang ke Kepulauan Hawaii, pada tahun 1778, melaporkan bahwa penduduk asli berselancar. Masyarakat Indian Amerika asli bergabung dalam permainan-permainan dan olahraga sebelum kedatangan orang-orang Eropa, seperti lacrosse, beberapa jenis permainan bola, lari, dan aktivitas atletik lainnya.Suku Maya dan Aztec yang berbudaya memainkan permainan bola dengan serius. Lapangan yang digunakan dahulumasih digunakan sampai sekarang.Cukup beralasan untuk menyimpulkan dari sini dan sumber-sumber bersejarah lainnya bahwa olahraga memiliki akar yang bersumber dari kemanusiaan itu sendiri.
Cina Kuno
      Terdapat artefak dan bangunan-bangunan yang menunjukkan bahwa orang Cina berhubungan dengan kegiatan yangkita definisikan sebagai olahraga di awal tahun 4000 SM. Awal dan perkembangan dari kegiatan olahraga di Cinasepertinya berhubungan dekat dengan produksi, kerja, perang, dan hiburan pada waktu itu.Senam sepertinya merupakan olahraga yang populer di Cina zaman dulu. Tentunya sekarang juga, seperti keahlianorang Cina dalam akrobat yang terkenal secara internasional.Cina memiliki Museum Beijing yang didedikasikan untuk subjek-subjek tentang olahraga di Cina dan sejarahnya.(Lihat Olahraga Cina, Museum )
Mesir Kuno
      Monumen untuk Faraoh menunjukkan bahwa beberapa cabang olahraga diperhatikan perkembangannya dandipertandingkan secara berkala beberapa ribu tahun yang lampau, termasuk renang dan memancing. Ini tidaklahmengejutkan mengingat pentingnya Sungai Nil bagi kehidupan orang Mesir. Olahraga yang lain termasuk lempar lembing, loncat tinggi, dan gulat.  Lagi, keberadaan olahraga yang populer menunjukkankedekatan dengan kegiatan non-olahraga sehari-hari.
Yunani Kuno
      Banyaknya cabang olahraga sudah ada sejak jaman Kerajaan Yunani Kuno. Gulat, Lari, Tinju, lempar lembing danlempar cakram, dan balap kereta kuda adalah olahraga yang umum. Ini menunjukkan bahwa Kebudayaan militer Yunani berpengaruh pada perkembangan olahraga mereka.Pertandingan Olimpiade diadakan setiap empat tahun sekali di Yunani. Pertandingan tidaklah diadakan hanyasebagai even olahraga saja, tetapi juga sebagai perayaan untuk kemegahan individu, kebudayaan, dan macam-macam kesenian dan juga tempat untuk menunjukkan inovasi di bidang arsitektur dan patung. Pada dasarnya, evenini adalah waktu untuk bersyukur dan menyembah para Dewa-Dewa kepercayaan Yunani. Nama even ini diambildari Gunung Olympus, tempat suci yang dianggap tempat hidupnya para dewa. Gencatan senjata dinyatakan selamaPertandingan Olimpiade, seperti aksi militer dan eksekusi untuk publik ditangguhkan. Ini dilakukan agar orang-orang dapat merayakan dengan damai dan berkompetisi dalam suasana yang berbudaya dan saling menghargai.
Eropa dan Perkembangan Global
      Beberapa ahli sejarah- tercatat Bernard Lewis- Menyatakan bahwa olahraga beregu adalah penemuan KebudayaanBarat. Olahraga individu, seperti gulat dan panahan, sudah dipraktekkan di seluruh dunia. Tetapi tradisi olahraga beregu, menurut para penulis ini, berasal dari Eropa, khususnya Inggris. (Ada catatan yang berlawanan- termasuk Kabaddi di India dan beberapa permainan bola Mesoamerica.) Olahraga mulai diatur dan diadakan secara berkalasejak Olimpiade Kuno sampai pada abad ini. Aktivitas yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup danmakanan menjadi aktivitas yang diatur dan dilakukan untuk kesenangan atau kompetisi dalam skala yangmeningkat, seperti berburu, memancing, hortikultur. Revolusi Industri dan Produksi massa menambahkan waktuluang, yang membolehkan meningkatnya penonton olahraga, berkurangnya elitisme dalam olahraga, dan akses yanglebih besar. Trend ini dilanjutkan dengan perjalanan media massa dan komunikasi global. Profesionalisme menjadiumum, lebih jauh meningkatkan popularitas olahraga. Ini mungkin kontras dengan ide murni orang Yunani, dimanakemenangan pada pertandingan dihargai dengan sangat sederhana, dan dihargai dengan daun zaitun. (Mungkin tidak hanya mahkota daun zaitun, beberapa penulis mencatat.)Mungkin karena reaksi dari keinginan hidup kontemporer, terdapat perkembangan olahraga yang paling baik dielaskan dengan post-modern: extreme ironing sebagai contohnya. Juga ada penemuan baru di bidang olahraga petualangan dalam bentuk melepaskan diri dari rutinitas kehidupan sehari-hari, contohnya white water rafting,canyoning, BASE jumping dan yang lebih sopan, orienteering.Lihat juga Nasionalisme dan olahraga  
      Asal usul sepak bola (Cu Ju) berasal dari Tiongkok Bicara tentang sejarah, olah raga sepak bola modern terlahir pada pertengahan abad ke 19 diInggris. Akan tetapi, F.I.F.A.(Federation of International Football Association) pada tahun 2004sudah secara resmi mengakui bahwa sepak bola paling awal sekali berasal dari Tiongkok, kalaitu disebut Cu Ju (baca: Ju Cü). Permainan sepak bola tertua ini, bisa ditelusuri hingga lebih dari2400 tahun yang lalu pada masa Chun Qiu Zhan Guo ( Musim semi musim gugur negara-negara berperang) dan telah melewati silih pergantian dinasti dan dalam jangka waktu lama tidak surut.Yang lebih penting lagi ialah, orang Tiongkok kuno ternyata sudah sejak dini untuk jenis olahraga sepak bola ini telah mengukuhkan semangat sportifitas dan standard etika yang ketat.Cu Ju adalah kegiatan sepak bola terawal yang dicatat dalam notasi sejarah. Menurut catatanSiasat negara berperang, pada zaman Chun Qiu (musim semi dan musim gugur, antara tahun 722s/d 481 S.M.) ibu kota dari negara Qi: Lin Zi, Cu Ju sudah popular. Cu Ju kala itu disebut pula“?? /Ta Ju, baca: Da cü”. Cu dan Ta, sama-sama berarti menendang, Ju bermakna : bola. Sesuaikitab Tai Ping Qing Hua, bola pada zaman dinasti Han “Terbuat dari kulit sebagai bahan luarnyadan membungkus bahan dalamnya yang berisi rambut”
      Liu Xiang dari zaman dinasti Han (tahun 206 S.M s/d 220 Masehi) mencatat di bukunya: CatatanLain bahwa: “Pemain Cu Ju / sepak bola, konon diciptakan oleh Huang Di (kaisar Kuning).Disebutkan mulai zaman Zhan Guo (Negara saling berperang), Ta Ju identik dengan semangattempur prajurit. Maka dari itu menggembleng laskar, diketahui yang berkemampuan hal tersebut.Selain suka permainannya juga menyatakan berlatih”. Tai Ping Qing Hua selain itu jugamencatat: “Ta Ju bermula pada pasca Xuan (kaisar Huang Di). Permainan dari latihan seni beladiri di dalam markas militer.” Dari situ bisa diketahui bahwa kegiatan persepak-bolaan di kalazaman Han selain sejenis olahraga dan hiburan, juga adalah semacam pelatihan fisik dan mental prajurit dan menyeleksi ketahanan fisik serta pelatihan militer yang menunjang semangat tempur.Seorang bernama Li You dari dinasti Han pernah menulis tentang Ju Cheng Ming (Piagam kota bola), telah mencatat perlengkapan lapangan sepak bola pada masa dinasti Han dan ringkasantentang kegiatan pertandingan, bahkan menjelaskan tentang persyaratan etika yang harus dimilikioleh wasit dan pemain. Piagam tersebut merefleksikan bahwa olahraga sepak bola ala Tiongkok sudah semenjak zaman Han dibuatkan sebuah system yang cukup lengkap, seperti diungkapkansbb:Di dalam piagam disebutkan Ju (bola) dan Ju Chang (lapangan bola), diartikan bola danlapangan bola melambangkan langit dan bumi, Yin dan Yang. Ketentuan pembuatan pintu bola,yakni pada kedua ujung masing-masing dipasang 6 buah pintu bola berbentuk lobang modelRembulan yang disebut Ju Shi (ruang bola), dijadikan sebagai target penyerangan, dalam perlombaan masing-masing pihak ada 12 pemain. Kalimat ”(Jian Chang Li Ping, Qi Li YouChang)” menjelaskan dalam perlombaan kedua pihak harus memilih kapten dan wasit.Sedangkan pertandingan memiliki peraturan tanding yang stabil, ke 2 pihak harusmelaksanakannya sesuai peraturan.Selanjutnya piagam menjelaskan, pada zaman Han olahraga sepak bola mensyaratkan wasit dan pemain pertandingan harus memiliki etika bermain. ”(Bu Yi Qin Shu, Bu You A Si)” berarti persyaratan kepada sang wasit. Wasit pada saat melaksanakan peraturan pertandingan harus adil tidak memihak, tidak tunduk pada hubungan pribadi, tidak boleh condong kepada salah satu pihak. ”(Duan Xin Ping Yi, Mo Yuan Qi Fei)”, bermakna persyaratan terhadap para pemain.Pemain harus berkarakter lurus, tenang dan sabar, walau kalah bertanding, juga tidak diperkenankan sembarangan mengomel dan menyalahkan pihak lain. ”(Ju Zheng You Ran,Kuang Hu Zhi Ji)”, menunjukkan bahwa olahraga sepak bola saja harus memiliki standard etikaseperti ini, apalagi masalah pemerintahan sudah sepatutnya demikian
      Dari Ju Cheng Ming bisa diketahui bahwa pada zaman Tiongkok kuno 2000 tahun lebih yanglalu, orang-orang sudah jauh hari menegakkan etika olah raga yang positif, selain menuntutsemangat kompetisi yang adil sportif bahkan terhadap wasit dan pemain mensyaratkan moralyang ketat dan standard karakter. Dewasa ini persepakbolaan Tiongkok menghadapi etika bobrok kecurangan wasit dan main sabun, sehingga tidak bergairah dan lesu supporter, hal tersebutdiatas semestinya berefek sebagai peringatan dan panutan yang baik.Zaman dinasti Tang (baca: Dang) adalah perkembangan Cu Ju Tiongkok yang paling berjaya.Orang zaman Tang melakukan perombakan besar terhadap Ju (bola), yaitu bola dari berinti padatdirubah berinti kosong, kantongan udara menggantikan material pengisi, disebut Qi Qiu (baca: JiJiu = bola udara). Bola yang direvolusi bertambah daya pantulnya, sehingga dalam bidang teknik dan strategi sepak bola memperoleh lonjakan besar, telah membuat sepak bola semakin bervariatif. Orang Tang juga mengganti pintu bola dengan Ju Shi ( ruang bola), pada keduaujung lapangan didirikan tonggak yang dipasangi jala yang membentuk pintu bola / gawang.
Cu JuTiongkok jugamenyebar keJepangpada saatzaman Tang tersebut.
      Pada zaman dinasti Song ditandai dengan pendirian tim Cu Ju dari kalangan rakyat,Perkumpulan Qi Yun, Perkumpulan Yuan, dll adalah Perkumpulan Bola yang tersohor kala itu.Perkumpulan-perkumpulan tersebut memiliki teknik yang handal dan tendangan beragam, selainitu giat mempromosikan kegiatan Cu Ju dan pertandingannya. Buku (Hui Chen Hou Lu = >Catatan akhir tentang Menebar Debu) dari Wang Mingqing mencatat sbb: Ketika itu seseorang bernama Gao Qiu (baca: Kao Jiu) dari perkumpulan Yuan , karena memiliki teknik bola super,sampai diangkat menjadi Komandan Depan Istana oleh sang kaisar, boleh dibilang ia adalah bintang sepak bola pertama di dunia.Yang patut disebut juga adalah pendiri dinasti Song / Song Tai Zu bernama Zhao Kuangyin,sangat menggemari “Cu Ju”, konon seni bolanya juga termasuk hebat. Para pelukis dari dinastiyang berlainan pernah membuat karya berthema Song Taizu bermain “Cu Ju”. Namun Cu Ju sesampainya pada dinasti Ming mulai memudar. Pendiri dinasti Ming/ Ming Taizu pernah memerintahkan pelarangan prajurit bermain Cu Ju, bahkan ada prajurit karena melanggar larangan tersebut sehingga dipotong kaki kanannya. Dinasti Qing juga tidak melanjutkankegiatan Cu Ju, yang membuatnya menuju kepunahan.

B.     Sejarah Olahraga Bola voli
     
      Olahraga Voli pertama diperkenalkan pada tanggal 9 Februari 1895, di Holyoke, Massachusetts ( Amerika Serikat ) oleh seorang Instruktur pendidikan jasmani (Director of Phsycal Education) yang bernama William G. Morgan di YMCA (Young Men’s Christian Association)  yang merupakan sebuah organisasi yang didedikasikan untuk mengajarkan ajaran-ajaran pokok umat Kristen kepada para pemuda, seperti yang telah diajarkan oleh Yesus. Pada awalnya permainan ini disebut Mintonette. Mintonette atau yang sekarang dikenal sebagai olahraga voli adalah gabungan dari beberapa permainan yaitu Handball (bola tangan),Basket,Baseball dan tenis. Awalnya permainan ini diciptakan untuk anggota YMCA yang sudah tidak muda lagi karena itu permainan ini dibuat tidak se aktif basket yang ditemukan oleh James Naismith,empat tahun sebelum Mintonete atau voli ini ditemukan. Pada awal tahun 1896 tersebut, Dr. Luther Halsey Gulick (Director of the Professional Physical Education Training School sekaligus sebagai Executive Director of Department of Physical Education of the International Committee of YMCA) mengundang dan meminta Morgan untuk mendemonstrasikan permainan baru yang telah ia ciptakan di stadion kampus yang baru. Saat itu juga nama permainan Mintonette berubah menjadi Volley Ball (bola volly) karena melihat ciri permainan ini dilakukan dengan cara dengan melambungkan bola sebelum menyentuh tanah (volleying). Saat menghadiri konferensi yang diadakan di kampus YMCA, Springfield yang juga dihadiri oleh seluruh instruktur pendidikan jasmani. Morgan membawa serta dua tim yang beranggotakan lima orang. Pada kesempatan itu, Morgan menjelaskan bahwa permainan tersebut adalah permainan yang dapat dimainkan di dalam (Indoor) maupun di luar ruangan (Outdoor) dengan sangat leluasa. Permainan ini pun dapat juga dimainkan oleh banyak pemain. Tidak ada batasan jumlah pemain yang menjadi standar dalam permainan tersebut. Sedangkan sasaran dari permainan ini adalah mempertahankan bola agar tetap bergerak melewati net yang tinggi, dari satu wilayah ke wilayah lain (wilayah lawan).
      Demam Mintonette yang sudah beralih nama menjadi olahraga voli pun sampai di tanah airIndonesia. Tepatnya ditahun 1928 saat Indonesia masih dijajah oleh Belanda,Guru-guru pendidikan Jasmani dari negeri bunga tulip itu pun didatangkan untuk mengembangkan dan memperkenalkan olahraga voli dan olahraga-olahraga lainnya. Saat itu,selain guru-guru yang mengajarkan voli,para tentara Belanda pun ikut andil dalam memperkenalkan olahraga ini. Mereka bermain disela-sela waktu senggang mereka dan tidak jarang mengadakan pertandingan antar kompeni-kompeni yang ada. Tahun demi tahun berlalu,olahraga bola voli pun berkembang dengan pesat di Indonesia. Hal ini ditandai oleh bermunculannya klub-klub voli di kota besar yang menjamur ke seluruh Indonesia. Hal ini mendasari berdirinya PBVSI (Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia) di Jakarta pada tanggal 22 Januari 1955 yang bersamaan dengan diadakannya kejuaraan perdana olahraga voli. Perkembangan permainan bola voli sangat menonjol saat menjelang Asian Games IV 1962 dan Ganefo I 1963 di Jakarta, baik untuk pria maupun untukwanitanya. Dewasa ini,olahraga voli mendapatkan perhatian yang sangat serius dari pemerintah. PBVSI sendiri memiliki tiga jenjang pembinaan resmi yaitu PROLIGA,adalah sebuah event olahraga voli yang menggabungkan antara olahraga dan entertainmnent. Setiap tim yang mengikuti lahga ini wajib untuk mengikat para pemainnya secara profesional. LIVOLI,adalah laga olahraga voli yang diikuti oleh kurang lebih 10  klub ternama di Indonesia yang tercatat di PBVSI. KEJURNAS,adalah laga yang diikuti oleh semua perwakilan klub resmi daerah yang terdaftar di PBVSI. Klub yang berhak mengikuti kejurnas adalah klub finalis pada laga kejurda. Sedangkan untuk klub Finalis Kejurnas memiliki hak promosi untuk mengikuti LIVOLI.

C.     Filsafat
     
      Kata filsafat berasal dari kata Yunani, yaitu  philosophia, terdiri dari kata philos yang berarti cinta atau sahabat dan kata sophia yang berarti kebijaksanaan, kearifan atau pengetahuan. Jadi, philosophia berarti cinta pada kebijaksanaan atau cinta pada kebenaran, dalam hal ini kebenaran ilmu pengetahuan. Dalam kegiatan belajar ini, selanjutnya Anda akan diajak untuk memahami pengertian filsafat dengan cara memahami apa yang dilakukan oleh para filsuf itu.
      Beberapa orang filsuf Yunani sekitar abad ke-4 sampai abad ke-2 SM telah berupaya untuk mencari jawaban atas pertanyaan yang amat mendasar tentang apakah asal mula atau dasar dari segala  yang ada dalam alam ini.
1.      Thales 
      Thales dari Miletus yang diperkirakan hidup antara tahun 624-548 SM dianggap sebagai orang pertama yang berupaya mencari jawaban atas pertanyaan tentang asal segala benda alam ini. la tinggal di sebuah pulau dan setiap hari ia melihat lautan luas, yang di samping dapat memberikan kehidupan bagi masyarakat di pulau itu, juga dapat menimbulkan bencana bagi para  nelayan. la pernah melakukan perjalanan ke negeri Mesir dan menyaksikan bagaimana air sungai Nil dapat dimanfaatkan oleh penduduk sekitarnya untuk keperluan pertanian. Oleh karena itu, ia berpendapat bahwa asal segala yang ada ialah air. Air yang senantiasa bergerak dan tidak pernah diam dipandangnya sebagai asas kehidupan segala yang ada. Coba Anda pikirkan cara berpikir dan pandangannya tersebut sangat dipengaruhi gejala alam yang terdapat di lingkungan kehidupannya, di mana air sangat dominan. Bukankah tanpa air manusia tidak dapat mempertahankan kehidupannya, sebab manusia sangat tergantung pada air.  
2.      Anaximenes
       Berbeda dengan Thales, Anaximenes yang hidup antara tahun 585-528 SM berpandangan bahwa yang menjadi dasar bagi semua benda dan kehidupan di alam ini ialah udara. Pandangan ini dikemukakannya dengan landasan pemikiran bahwa manusia dan semua makhluk hidup itu bernapas, yaitu mengambil udara yang melingkupi alam semesta. Udara merupakan sumber kehidupan karena tanpa udara semua makhluk akan mati. Jadi, udaralah asal dari segala ada. Gerakan udara menyebabkan terjadinya isi alam semesta yang bermacam-macam jenisnya. Coba Anda pikirkan betulkah manusia tanpa udara tidak akan hidup?  Jawabannya pasti ya dan tidak dapat dibantah, namun berpikir belum selesai di sini, muncul pertanyaan yang lebih dalam berkait dengan konsep udara itu.
3.      Herakleitos 
      Herakleitos yang hidup sekitar tahun 540-480 SM berpendapat bahwa tidak ada yang kekal di alam ini. Segala sesuatu tentu mengalami perubahan. Jadi, hakikat segala sesuatu itu ialah perubahan itu sendiri. Perubahan dilambangkan sebagai sifat api. Oleh karenanya, ia berpendapat bahwa dasar segala sesuatu ialah api. Adapun perubahan itu berlaku di bawah suatu hukum yang disebutnya logos, artinya pikiran yang benar. Kata logika yang Anda kenal sekarang ini berasal dari kata logos itu. Anda yakin bahwa yang kekal itu adalah  Tuhan pencipta alam semesta ini.            Orang yang berpikir itu menggunakan akalnya untuk mengetahui apa yang menjadi dasar atau asal segala sesuatu atau hakikat sesuatu itu, serta hukum yang mendasari perubahan yang terjadi padanya. Anda  tentu dapat memahami bahwa Herakleitos telah meletakkan dasar bagi dunia baru, yakni dunia pikiran yang bernama logos yang bersifat kekal.
4.      Phytagoras 
      Phytagoras hidup antara tahun 580-500 SM dan tinggal di kota Kroton, Italia Selatan. Ia dikenal sebagai seorang yang selalu berusaha membersihkan rohaninya dalam mencapai kesempurnaan hidup. Dengan cara “pemumian”,  manusia membersihkan jiwanya agar pada saat ia meninggal, jiwanya memperoleh kebahagiaan. Selain itu, Phytagoras dikenal pula sebagai ahli matematika. Tidaklah terlalu mengherankan apabila ia mengajarkan kepada para muridnya bahwa asal segala sesuatu itu ialah bilangan atau angka. Pandangannya tentang alam semesta bertitik tolak dari bilangan. Menurut pendapatnya alam ini tersusun sebagai bilangan-bilangan. Oleh karenanya, manusia akan memperoleh pengetahuan tentang alam ini melalui pengetahuannya mengenai bilangan.
5.      Empedokles 
      Empedokles yang hidup sekitar tahun 490-430 SM berpandangan bahwa alam semesta terdiri dari empat unsur utama, yakni udara, api, air, dan tanah. Masing-masing unsur ini memiliki sifat yang berbeda. Udara bersifat dingin, api bersifat panas, air bersifat basah, dan tanah bersifat kering. Suatu benda dapat terjadi karena adanya percampuran antara unsur-unsur tadi.
      Sikap hidup Empedokles dipengaruhi oleh Phytagoras. Ia berpendapat bahwa di samping empat unsur tadi, terdapat pula dua kekuatan yang berpengaruh, yakni cinta dan kebencian. Sesuatu terbentuk dari empat unsur utama di bawah pengaruh kekuatan cinta dan dapat binasa oleh adanya perpisahan antara unsur-unsur tersebut di bawah kekuatan kebencian.
      Setelah mempelajari pandangan dan argumentasinya. Maka sampai di sini Anda telah memahami hal-hal yang dilakukan oleh para ahli filsafat serta pandangan yang dikemukakannya. Mereka telah sama-sama mengemukakan suatu pertanyaan dan mereka telah melakukan pemikiran atau perenungan untuk menjawab pertanyaan yang mereka kemukakan secara mendasar. Kegiatan itu mereka lakukan semata-mata karena suka berpikir keras mendasar dan kritis untuk memperoleh makna atau hakikat sesuatu dengan demikian mereka melakukan dialog dengan diri mereka sendiri. Dengan berpikir mereka menggunakan akal untuk menerangkan hal-hal yang belum mereka ketahui sebelumnya. Hal ini kemudian menghasilkan pengetahuan bagi mereka dan akan membawa mereka menuju ke arah kebijaksanaan.  Apabila dilihat dari kegiatan yang dilakukan oleh beberapa pemikir Yunani yang telah Anda pelajari, mereka dapat digolongkan sebagai ahli filsafat atau filsuf. Bagi mereka, filsafat adalah ilmu yang digunakan untuk memahami hakikat segala sesuatu dalam alam atau hakikat dari realitas yang ada dengan menggunakan akal serta nurani mereka. Karenanya, mereka dapat dikatakan pula sebagai ahli-ahli filsafat alamo.
      Setelah Anda memahami pengertian filsafat melalui kajian tentang apa yang dilakukan oleh para filsuf alam, Anda diminta untuk menelaah perkembangannya melalui pandangan yang dikemukakan oleh tiga orang yang dianggap sebagai tiga filsuf besar pada masanya, yaitu Socrates, Plato, dan Aristoteles
1.      Socrates
      Socrates yang hidup antara tahun 469-399 SM adalah seorang filsuf Yunani. la sangat menaruh perhatian pada manusia dan menginginkan agar manusia itu mampu mengenali dirinya sendiri. Menurutnya, jiwa manusia merupakan asas hidup yang paling dalam. Jadi, jiwa merupakan hakikat manusia yang memiliki arti sebagai penentu kehidupan manusia Berdasarkan pandangannya itu, ia tidak mempunyai niat untuk memaksa orang lain menerima ajaran atau pandangan tertentu. Ia justru mengutamakan agar orang lain dapat menyampaikan pandangan mereka sendiri. Untuk itu, ia menggunakan metode dialektika, yaitu dengan cara melakukan dialog dengan orang lain sehingga orang lain dapat mengemukakan atau menjelaskan pandangan atau idenya. Dengan demikian, dapat timbul pandangan atau alternatif yang baru. Socrates tidak meninggalkan tulisan-tulisan tentang pandangannya, namun pandangan Socrates tadi dikemukakan oleh Plato, salah seorang muridnya.
2.      Plato
       Plato (427-347 SM) mengemukakan pandangannya bahwa realitas yang mendasar adalah ide atau idea. Ia percaya bahwa alam yang kita lihat atau alam empiris yang mengalami perubahan itu bukanlah realitas yang sebenarnya. Dunia penglihatan atau dunia persepsi, yakni dunia yang konkret itu hanyalah bayangan dari ide-ide yang bersifat abadi dan immaterial. Plato menyatakan bahwa ada dunia tangkapan indrawi atau dunia nyata, dan dunia ide. Untuk memasuki dunia ide, diperlukan adanya tenaga kejiwaan yang besar dan untuk itu manusia harus meninggalkan kebiasaan hidupnya, mengendalikan nafsu serta senantiasa berbuat kebajikan. Plato menyatakan pula bahwa jiwa manusia terdiri atas tiga tingkatan, yaitu bagian tertinggi ialah akal budi, bagian tengah diisi oleh rasa atau keinginan, dan bagian bawah ditempati oleh nafsu. Akal budilah yang dapat digunakan untuk melihat ide serta menertibkan jiwa-jiwa yang ada pada bagian tengah dan bawah.   Perlu Anda ketahui bahwa Plato meninggalkan lebih dari 30 buah tulisan dalam bentuk sastra yang mengandung keindahan dan kemurnian. Tulisantulisannya yang awal mengemukakan pandangan Socrates, sedangkan yang akhir menyatakan pandangannya sendiri. Plato mendirikan sekolah dan salah seorang muridnya yang pandai ialah Aristoteles yang di kemudian hari dikenal sebagai seorang pemikir dan penulis yang amat berpengaruh.
3.      Aristoteles 
      Aristoteles (384-322 SM) pernah menjadi murid Plato selama 20 tahun hingga Plato meninggal. Ia senang melakukan perjalanan ke berbagai tempat dan pernah menjadi guru Pangeran Alexander yang kemudian menjadi Raja Alexander Yang Agung. Selanjutnya, perlu Anda pahami bahwa Ia jugamendirikan sebuah sekolah yang disebut Lyceum. Aristoteles merupakan seorang pemikir yang kritis, banyak melakukan penelitian dan mengembangkan pengetahuan pada masa hidupnya. Ia banyak menaruh perhatian pada ilmu kealaman dan kedokteran. Tulisan-tulisannya dapat dikatakan, meliputi segala ilmu yang dikenal pada masanya, termasuk ilmu kealaman, masyarakat dan negara, sastra dan kesenian, serta kehidupan manusia.           Tulisan Aristoteles yang terkenal hingga sekarang ialah mengenai logika yang disebut analitika. Analitika ini bertujuan mengajukan syarat-syarat yang harus dipenuhi pemikiran yang bermaksud mencapai kebenaran. Dalam hal ini, inti logika Aristoteles disebut silogisme, yaitu cara berpikir yang bertolak dari dua dalil atau proposisi yang kemudian menghasilkan proposisi ketiga yang ditarik dari dua proposisi semula. Pentingnya logika dalam perkembangan ilmu, akan dapat Anda pelajari dalam bahasan tersendiri.
      Pandangan trio filsuf besar ini kemudian dikembangkan oleh para ahli filsafat pada  abad-abad selanjutnya. Mereka mengembangkan filsafat dengan jalan berpikir terus-menerus secara mendasar atau   radikal dengan tujuan menemukan akar permasalahan atau suatu realitas yang pada akhirnya dapat memperjelas realitas itu sendiri. Selain itu, senantiasa mempertanyakan hakikat berbagai realitas sebagai upaya untuk menemukan realitas yang tujuannya adalah untuk mengetahui realitas dengan pasti dan jelas.  Upaya-upaya para filsuf yang telah Anda pelajari tersebut  bertujuan mengungkap kebenaran. Oleh karena kebenaran yang bersifat mutlak  tidak pernah dicapai, para filsuf tidak pernah berhenti berupaya menuju kebenaran baru yang lebih pasti. Akhirnya, semua harus disertai oleh cara berpikir yang rasional. Ini berarti bahwa para filsuf senantiasa berpikir logis, sistematis dan kritis. Dengan demikian, upaya mereka ini merupakan awal pengembangan cabang-cabang ilmu atau pengetahuan ilmiah.
D.     Filsafat Olahraga
            Kesadaran bahwa olahraga merupakan ilmu secara internasional mulai muncul pertengahan abad 20, dan di Indonesia secara resmi dibakukan melalui deklarasi ilmu olahraga tahun 1998. Beberapa akademisi dan masyarakat awam memang masih pesimis terhadap eksistensi ilmu olahraga, khususnya di Indonesia, terutama dengan melihat kajian dan wacana akademis yang masih sangat terbatas dan kurang integral. Namun sebagai suatu ilmu baru yang diakui secara luas, ilmu olahraga berkembang seiring kompleksitas permasalahan yang ada dengan ketertarikan-ketertarikan ilmiah yang mulai bergairah menunjukkan eksistensi ilmu baru ini ke arah kemapanan.
            Filsafat, dalam hal ini dianggap memiliki tanggung jawab penting dalam mempersatukan berbagai kajian ilmu untuk dirumuskan secara padu dan mengakar menuju ilmu olahraga dalam tiga dimensi ilmiahnya (ontologi, epistemologi dan aksiologi) yang kokoh dan sejajar dengan ilmu lain. Ontologi membahas tentang apa yang ingin diketahui atau dengan kata lain merupakan pengkajian mengenai teori tentang ada. Dasar ontologi dari ilmu berhubungan dengan materi yang menjadi obyek penelaahan ilmu, ciri-ciri esensial obyek itu yang berlaku umum.
            Ontologi berperan dalam perbincangan mengenai pengembangan ilmu, asumsi dasar ilmu dan konsekuensinya pada penerapan ilmu. Ontologi merupakan sarana ilmiah untuk menemukan jalan penanganan masalah secara ilmiah (Van Peursen, 1985: 32). Dalam hal ini ontologi berperan dalam proses konsistensi ekstensif dan intensif dalam pengembangan ilmu.
            Epistemologi membahas secara mendalam segenap proses yang terlibat dalam usaha untuk memperoleh pengetahuan. Ini terutama berkaitan dengan metode keilmuan dan sistematika isi ilmu. Metode keilmuan merupakan suatu prosedur yang mencakup berbagai tindakan pikiran, pola kerja, cara teknis, dan tata langkah untuk memperoleh pengetahuan baru atau mengembangkan yang telah ada. Sedangkan sistimatisasi isi ilmu dalam hal ini berkaitan dengan batang tubuh ilmu, di mana peta dasar dan pengembangan ilmu pokok dan ilmu cabang dibahas di sini.
            Aksiologi ilmu membahas tentang manfaat yang diperoleh manusia dari pengetahuan yang didapatnya. Bila persoalan value free dan value bound ilmu mendominasi fokus perhatian aksiologi pada umumnya, maka dalam hal pengembangan ilmu baru seperti olahraga ini, dimensi aksiologi diperluas lagi sehingga secara inheren mencakup dimensi nilai kehidupan manusia seperti etika, estetika, religius (sisi dalam) dan juga interrelasi ilmu dengan aspek-aspek kehidupan manusia dalam sosialitasnya (sisi luar aksiologi).
            Keduanya merupakan aspek dari permasalahan transfer pengetahuan. Relevansi filosofis ini pada gilirannya mensyaratkan pula komunikasi lintas, inter dan muiltidisipliner ilmu-ilmu terkait dalam upaya menjawab persoalan dan tantangan yang muncul dari fenomena keolahragaan. Dengan kata lain, proses timbal balik yang sinergis antara khasanah keilmuan dan wilayah praksis muncul, dan menjadi tanggungjawab filsafat untuk mengkritisi, memetakan dan memadukan hal tersebut. Filsafat ilmu olahraga, dengan titik tekan utama pada tiga dimensi keilmuan ini – ontologi, epistemologi, aksiologi – mengeksplorasi ilmu olahraga ini secara mendalam. Ekstensifikasi dan intensifikasi menjadi permasalahan yang amat menentukan eksistensi dan perkembangan ilmu keolahragaan lebih jauh dari hasil eksplorasi ini.
E.      Filosofi Bola voli
      Pendidikan dasar bola voli merupakan media untuk mendorong pertumbuhan fisik, perkembangan psikis, keterampilan motorik, pengetahuan dan penalaran, penghayatan nilai-nilai (sikap, mental, emosional, sportivitas, spiritualsosial), serta pembiasaan pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan kualitas fisik dan psikis yang seimbang.
            Melihat dari perkembangan Bola voli di dunia yang kian merebak selayak dan seyogya nya pula kita sebagai generasi bangsa harus mengetahui beberapa olah raga yang sekarang menjadi salah satu tumpuan Indonesia yaitu diantara sekian banyak olahraga yang diminati di Indonesia dan Bola voli bahkan sudah mendemam ke seluruh plosok dan tidak ketinggalan di pedesaan. Untuk itu kita harus menanamkan pada peserta didik kita mengenai Pentingnya ilmu Bola voli serta sejarah singkat bola voli dan  mengetahui, memahami ataupun menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam permainan bola volly.
·         Komponen filosofi yang dimaksud adalah :
1.      Kerjasama.
            Kerjasama merupakan koordinasi yang seirama antara pemain yang satu dengan pemain yang lain dalam satu tim. Kerjasama sangat dibutuhkan dalam permainan bola voli, selain karena peraturan yang tidak memperbolehkan seorang pemain menyentuh bola dua kali berturut-turut, dengan kerjasama permainan lebih memiliki seni, indah dilihat, mempertontonkan kekompakan tim, membuat pemain lebih semangat dan permainan juga tidak terasa terlalu capek.
2.      Disiplin.
      Disiplin merupan prilaku mentaati aturan yang telah ditentukan. Disiplin dalam permainan voli, misalnya datang tepat waktu, menjaga daerah lapangan pada umumnya dan posisi pada khususnya, mentaati peraturan yang berlaku dan tidak mengulur-ulur waktu. Disiplin dalam permainan bola sangat dibutuhkan, karena apabila pemain tidak datang tepat waktu saat pertandingan atau paling lambat 15 menit lewat dari jadwal yang ditentukan maka dinyatakan walk out (WO). Disiplin dalam menjaga daerah pertahanan agar dapat bermain dengan baik dan meminimalis kesalahan serta kesalahan, mentaati peraturan agar pemain tidak mendapat teguran maupun sanksi.
3.      Tanggung jawab.
            Tanggung jawab merupakan sikap berani menanggung resiko apa yang telah dilakukan baik positif maupun negatif. Tanggung jawab dalam permainan bola voli, misalnya menerima keputusan wasit yang memberi sanksi WO (wolk out) karena terlambat datang lebih dari 15 menit dalam pertandingan, menerima tidak dimainkan dalam pertandingan oleh pelatih karena jarang datang latihan dan bermain kurang bagus serta tidak konsisten. Tanggung jawab dibutuhkan, supaya pemain tepat waktu dan memberikan yang kontribusi yang terbaik serta tidak mengulangi kesalahan yang merugikan diri sendiri maupun tim.
4.      Gigih.
            Gigih merupakan sikap tidak mudah menyerah dalam mendapatkan atau menguasai sesuatu. Gigih dalam permainan bola voli berupa latihan passing, block, smash dan servis serta berusaha bermain baik, sportif, disiplin dan konsisten dalam pertandingan supaya mendapatkan gelar juara. Gigih dalam permainan bola voli berguna untuk memotifasi pemain supaya menjadi yang lebih baik dan belajar dari kesalahan dan kekalahan, sehingga membuat kita selau semangat dalam melakukan dan mengejar sesuatu.
5.      Taat aturan.
      Taat aturan merupakan sikap menjaga, mentaati dan melakukan aturan-aturan yang berlaku. Taat aturan dalam permainan voli, misalnya disiplin, tidak melakukan tindakan anarkis, tidak melakukan protes yang berlebiha. Maanfaat taat aturan membuat kita tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan diri kita sendiri maupun orang lain.
6.      Sportif.
Komponen nilai-nilai sportif:
·         Jujur.
      Yaitu sikap berani mengatakan apa adanya. Misalnya saat kita melakukan smash dan menyentuh net, maka tidak melakukan protes kepada wasit karena memang kita menyentuh net.
·         Rendah hati.
            Merupakan sikap tidak sombong terhadap hasil yang dicapai. Misalnya tim memenangkan pertandingan pertandingan, maka tidak mengejek tim yang kalah, menyalami dan tetap memberi motifasi kepada lawan semoga lain kali bisa menjadi yang lebih baik.
·         Tenggang rasa.
            Merupakan sikap simpatik kepada orang lain. Misalnya menyalami rekan yang terjatuh saat menerima smash dari lawan.
·         Pemaaf.
            Merupakan sikap tidak dendam terhadap orang lain. Misalnya terjadi body kontak saat melakukan smash maupun block, maka saling berjabat tangan dan saling memaafkan.
·         Lapang dada.
            Lapang dada merupakan sikap berbesar hati saat dalam keadaan yang tidak menyenangkan bagi kita. Lapang dada dalam permainan bola voli, misalnya kalah dalam pertandingan, berfikirlah positif mungkin lawan lebih baik dari pada kita, tidak dimainkan oleh pelatih atau sebagai cadangan, berarti rekan satu tim kita lebih bagus mainnya.
7.      Seni.
            Seni merupakan gerakan permainan yang indah dilihat atau ditonton. Seni dalam permainan bola voli merupakan motifasi dan semangat yang timbul secara otomatis saat kita melakukan permainan dengan gerakan-gerakan kerjasama yang bagus. Seni dapat membuat orang yang melihat pertandingan jadi tertarik untuk belajar dan bagi pemain dapat menjadikan sebuah hiburan selain kebugaran dan kesehatan fisik.
8.      Sopan.
            Sopan merupakan sikap menghargai dan melakukan tindakan atau sikap yang tidak menyimpang dari aturan atau norma yang berlaku. Sopan sangat erat kaitannya dengan tata krama atau unggah-ungguh.
















BAB III
PENUTUP
A.     Kesimpulan
      Banyak penemuan modern di Perancis, Afrika dan Australia pada lukisan gua (lihat seperti Lascaux) dari jaman prasejarah yang memberikan bukti kebiasaan upacara ritual. Beberapa dari bukti ini berasal dari 30.000 tahun yang lampau, berdasarkan perhitungan penanggalan karbon. Lukisan/Gambar-gambar jaman batu ditemukan di padang pasir Libya menampilkan beberapa aktivitas, renang dan memanah. Seni lukis itu sendiri adalah merupakan bukti pada ketertarikan pada keahlian yang tidak ada hubungannya dengankemampuan untuk bertahan hidup, dan adalah bukti bahwa ada waktu luang untuk dinikmati. Ini juga membuktikanaktivitas non-fungsi lain seperti ritual dan sebagainya. Jadi, meskipun sedikit bukti yang secara langsung mengenai olahraga dari sumber-sumber ini, cukup beralasan untuk menyimpulkan bahwa ada beberapa aktivitas pada waktuitu yang berkenaan dengan olahraga.
      Olahraga Voli pertama diperkenalkan pada tanggal 9 Februari 1895, di Holyoke, Massachusetts ( Amerika Serikat ) oleh seorang Instruktur pendidikan jasmani (Director of Phsycal Education) yang bernama William G. Morgan di YMCA (Young Men’s Christian Association)  yang merupakan sebuah organisasi yang didedikasikan untuk mengajarkan ajaran-ajaran pokok umat Kristen kepada para pemuda, seperti yang telah diajarkan oleh Yesus. Pada awalnya permainan ini disebut Mintonette. Mintonette atau yang sekarang dikenal sebagai olahraga voli adalah gabungan dari beberapa permainan yaitu Handball (bola tangan),Basket,Baseball dan tenis.
      Kata filsafat berasal dari kata Yunani, yaitu  philosophia, terdiri dari kata philos yang berarti cinta atau sahabat dan kata sophia yang berarti kebijaksanaan, kearifan atau pengetahuan. Jadi, philosophia berarti cinta pada kebijaksanaan atau cinta pada kebenaran, dalam hal ini kebenaran ilmu pengetahuan
      Filsafat, dalam hal ini dianggap memiliki tanggung jawab penting dalam mempersatukan berbagai kajian ilmu untuk dirumuskan secara padu dan mengakar menuju ilmu olahraga dalam tiga dimensi ilmiahnya (ontologi, epistemologi dan aksiologi) yang kokoh dan sejajar dengan ilmu lain. Ontologi membahas tentang apa yang ingin diketahui atau dengan kata lain merupakan pengkajian mengenai teori tentang ada. Dasar ontologi dari ilmu berhubungan dengan materi yang menjadi obyek penelaahan ilmu, ciri-ciri esensial obyek itu yang berlaku umum.
      Pendidikan dasar bola voli merupakan media untuk mendorong pertumbuhan fisik, perkembangan psikis, keterampilan motorik, pengetahuan dan penalaran, penghayatan nilai-nilai (sikap, mental, emosional, sportivitas, spiritualsosial), serta pembiasaan pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan kualitas fisik dan psikis yang seimbang.
B.     Daftar Pustaka




Komentar